Insan Bernama Kekasih
Album : Satu Tekad
Munsyid : Unic
http://liriknasyid.com
Debar hatiku membisik rindu
Ingin aku katakan
Kau gadis idaman
Adakah mungkin kau kumiliki
Ingin aku jadikan
Inasan bernama kekasih
Keayuan yg tergambar
Lukisan nur iman
Bersulamkan keindahan santun perkataan
Bagai puith salju mendinginkan hangat perasaan
Mengusir segala resah di jiwa
Kusampaikan slm ucapan mesra
dan merisik khabar berita
Masihkah ada peluang
Utkku melafazkan cinta
Umpama rembulan jatuh ke riba
Mendengar khabaran darinya
Padaku kau memendam rasa
PadaMu oh Tuhan
Kumohonkan keredaan
Nur kasih yg kudamba
Kekal hingga ke syurga
Hanya satu yg kupinta
Kebaikan darinya
Moga dipeliharakan tulus cinta kita
Agar kukuh ikatan yg murni bahagia selamanya
Dgn lafaz pernikahan yg mulia
Dtglah kasihmu dlm diriku
Menghiasi ruang hatiku
Akanku sambutnya dgn
Sujud penuh kesyukuran
Kuharap jalinan kan berpanjangan
Selagi kasih yg terbina
Kerana cinta kpdNya
Kauku sayangi
Teman sejati
Dikaulah sesungguhnya
Insan bernama kekasih
Ahad, Disember 09, 2007
Kompilasi Cahaya Bisikan Rahsia #6
Impian Kasih
Album : Impian Kasih
Munsyid : In-Team
http://liriknasyid.com
Kasih dengarlah hatiku berbicara
Kasih izinkan diriku bertanya
Bisakah cinta bersemi
Mengundang restu Ilahi
Adakah bahgia yang diimpi
Menjadi satu realiti.
Kasih ku sedari kekurangan diri
Kasih ku insafi kelemahan diri
Ku ingin sunting dirimu
Menjadi permaisuri hatiku
Sebagai isteri yang berbudi
Kebanggaan para suami
Wanita hiasan dunia
Seindah hiasan adalah wanita solehah
Yang akan membahagiakan
Syurga dalam rumahtangga
Hanya itu yang ku inginkan
Dari insan yang amat kusayang
Damaikanlah resah hatiku
Aku rindu kasih dan sayangmu
Terimalah seadanya
Akulah hiasan pelamin hidupmu
Andainya tiada jodoh
Untuk ke singgahsana
Ku pasrahkan segalanya
Kerna takdir yang akan menentukan
Impian kasih
Lagu: Isman Isam
Hijjaz Music Entertainment (M) Sdn. Bhd.
Lirik: Ito Lara
Gurindam Entertainment
Album : Impian Kasih
Munsyid : In-Team
http://liriknasyid.com
Kasih dengarlah hatiku berbicara
Kasih izinkan diriku bertanya
Bisakah cinta bersemi
Mengundang restu Ilahi
Adakah bahgia yang diimpi
Menjadi satu realiti.
Kasih ku sedari kekurangan diri
Kasih ku insafi kelemahan diri
Ku ingin sunting dirimu
Menjadi permaisuri hatiku
Sebagai isteri yang berbudi
Kebanggaan para suami
Wanita hiasan dunia
Seindah hiasan adalah wanita solehah
Yang akan membahagiakan
Syurga dalam rumahtangga
Hanya itu yang ku inginkan
Dari insan yang amat kusayang
Damaikanlah resah hatiku
Aku rindu kasih dan sayangmu
Terimalah seadanya
Akulah hiasan pelamin hidupmu
Andainya tiada jodoh
Untuk ke singgahsana
Ku pasrahkan segalanya
Kerna takdir yang akan menentukan
Impian kasih
Lagu: Isman Isam
Hijjaz Music Entertainment (M) Sdn. Bhd.
Lirik: Ito Lara
Gurindam Entertainment
Kompilasi Cahaya Bisikan Rahsia #5
Kasih Kekasih
Album :
Munsyid : In-Team
http://liriknasyid.com
Tak Perlu Aku Ragui
Sucinya Cinta Yang Kau Beri
Kita Saling Kasih Mengasihi
Dengan Setulus Hati
Ayah Ibu Merestui
Menyarung Cincin Di Jari
Dengan Rahmat Dari Ilahi
Cinta Kita Pun Bersemi
Sebelum Diijabkabulkan
Syariat Tetap Membataskan
Pelajari Ilmu Rumahtangga
Agar Kita Lebih Bersedia
Menuju Hari Yang Bahgia
Kau Tahu Ku Merinduimu
Ku Tahu Kau Menyintaiku...Oh...Kasih
Bersabarlah Sayang
Saat Indah Kan Menjelma Jua
Kita Akan Disatukan
Dengan Ikatan Pernikahan...Oh..Kasih
Di Sana Kita Bina
Tugu Cinta Mahligai Bahagia
Semoga Cinta Kita
Di Dalam Redha Ilahi
Berdoalah Selalu
Moga Jodoh Berpanjangan
Album :
Munsyid : In-Team
http://liriknasyid.com
Tak Perlu Aku Ragui
Sucinya Cinta Yang Kau Beri
Kita Saling Kasih Mengasihi
Dengan Setulus Hati
Ayah Ibu Merestui
Menyarung Cincin Di Jari
Dengan Rahmat Dari Ilahi
Cinta Kita Pun Bersemi
Sebelum Diijabkabulkan
Syariat Tetap Membataskan
Pelajari Ilmu Rumahtangga
Agar Kita Lebih Bersedia
Menuju Hari Yang Bahgia
Kau Tahu Ku Merinduimu
Ku Tahu Kau Menyintaiku...Oh...Kasih
Bersabarlah Sayang
Saat Indah Kan Menjelma Jua
Kita Akan Disatukan
Dengan Ikatan Pernikahan...Oh..Kasih
Di Sana Kita Bina
Tugu Cinta Mahligai Bahagia
Semoga Cinta Kita
Di Dalam Redha Ilahi
Berdoalah Selalu
Moga Jodoh Berpanjangan
Kompilasi Cahaya Bisikan Rahsia #4
Bingkisan Rindu
Album :
Munsyid : Far East
http://liriknasyid.com
Antara kita tiada rahsia
Susah dan senang tetap bersama
Terpatri namamu
Kau takkan kulupa
Sudah bertahun lama
Kita tidak lagi bersua
Hanya tinggal kenangan
Yang tak mungkin kita lupa
Kirimkan khabar selalu
Seiringan hembusan bayu
Sekadar pengubat rasa rindu dikalbu
Pantas masa berlalu
Meninggalkan kita semua
Tanpa disedari bertambahlah usia kita
Potret lama masih kusimpan
Kubingkaikan kenangan
Hingga terkadangku
Tersenyum sendirian
Oh perjalanan kita masih jauh
Jalanan berliku akan kita tempuh
Imbaslah kenangan semalam jadi azimat
Penguat semangat menempuh masa hadapan
Harapanku kau kan bahagia selalu
Padaku engkau penghibur duka
Pengubat hati resah kecewa
Dikala malamku kau bawa cahaya
Antara kita tiada rahsia
Susah dan senang tetap bersama
Terpatri namamu
Kau takkan kulupa
Perjalanan kita masih jauh
Jalanan berliku akan kita tempuh
Imbaslah kenangan semalam jadi azimat
Penguat semangat menempuh masa hadapan
Harapan ku kau kan bahagia selalu
Sematkanlah bingkisan rindu dikalbu
Sumber lirik_nasyid_club@yahoogroups.com
Album :
Munsyid : Far East
http://liriknasyid.com
Antara kita tiada rahsia
Susah dan senang tetap bersama
Terpatri namamu
Kau takkan kulupa
Sudah bertahun lama
Kita tidak lagi bersua
Hanya tinggal kenangan
Yang tak mungkin kita lupa
Kirimkan khabar selalu
Seiringan hembusan bayu
Sekadar pengubat rasa rindu dikalbu
Pantas masa berlalu
Meninggalkan kita semua
Tanpa disedari bertambahlah usia kita
Potret lama masih kusimpan
Kubingkaikan kenangan
Hingga terkadangku
Tersenyum sendirian
Oh perjalanan kita masih jauh
Jalanan berliku akan kita tempuh
Imbaslah kenangan semalam jadi azimat
Penguat semangat menempuh masa hadapan
Harapanku kau kan bahagia selalu
Padaku engkau penghibur duka
Pengubat hati resah kecewa
Dikala malamku kau bawa cahaya
Antara kita tiada rahsia
Susah dan senang tetap bersama
Terpatri namamu
Kau takkan kulupa
Perjalanan kita masih jauh
Jalanan berliku akan kita tempuh
Imbaslah kenangan semalam jadi azimat
Penguat semangat menempuh masa hadapan
Harapan ku kau kan bahagia selalu
Sematkanlah bingkisan rindu dikalbu
Sumber lirik_nasyid_club@yahoogroups.com
Kompilasi Cahaya Bisikan Rahsia #3
KOPRATASA
Kekasih
Akan ku pintal buih-buih
Menjadi tali mengikatmu
Akan ku anyam gelombang-gelombang
Menjadi hamparan ranjang tidur mu
Akan ku tenun awan gemawan
Menjadi selindang
Menudungi rambut mu
Akan ku jahit bayu gunung
Menjadi baju pakaian malam mu
* :
Akan ku petik bintang timur
Menjadi kerongsang meyinari dada mu
Akan ku jolok bulan gerhana
Menjadi lampu menyuluh rindu mu
Akan ku rebahkan matahari
Menjadi laut malam mu
Menghirup sakar madu mu
** :
Kekasih...
Hitunglah mimpi-mimpi
Yang membunuh realiti
Dari syurga illusi
( Ulang Rangkap *, ** )
( Lagu : Ibrahim Bachik - Lirik : SN Datuk Dr Usman Awang )
Kekasih
Akan ku pintal buih-buih
Menjadi tali mengikatmu
Akan ku anyam gelombang-gelombang
Menjadi hamparan ranjang tidur mu
Akan ku tenun awan gemawan
Menjadi selindang
Menudungi rambut mu
Akan ku jahit bayu gunung
Menjadi baju pakaian malam mu
* :
Akan ku petik bintang timur
Menjadi kerongsang meyinari dada mu
Akan ku jolok bulan gerhana
Menjadi lampu menyuluh rindu mu
Akan ku rebahkan matahari
Menjadi laut malam mu
Menghirup sakar madu mu
** :
Kekasih...
Hitunglah mimpi-mimpi
Yang membunuh realiti
Dari syurga illusi
( Ulang Rangkap *, ** )
( Lagu : Ibrahim Bachik - Lirik : SN Datuk Dr Usman Awang )
Kompilasi Cahaya Bisikan Rahsia #2
Permaisuri Hatiku
Album : Jalan Bahagia
Munsyid : Hijjaz
http://liriknasyid.com
Di antara kekasih pilihan dihati
Punyai budi penghias diri
Wajahnya lembut biasan perkerti yang tinggi
Indahnya perhiasan dunia
Diantara diriku juga diri-mu
Hanya mengharapkan cinta yang Satu
Ku kan binakan mahligai impian-mu
Oh.. sayang ikhlaskanlah hati-mu
Malu-mu bernilai
Kata-mu berhikmah
Hati-mu tulus suci dan murni
Hanya diri yang halal
Engkau serahkan segala
Untuk mencari redha Allah
Benarlah cinta buta melalaikan
Tanpa memikirkan batas syariatnya
Semuanya itu hanya ujian didunia
Ia adalah mahar untuk kita ke syurga
Oh? Kau Permaisuri di hati-ku
Di dunia ini engkau penghibur
Menjunjung kasih amanah Ilahi
Ku pasti akan terus menyayangi
Terima kasih ucapan ku beri
Kau hadiahkan ku cahaya hati
Ku pimpin tangan-mu oh kasih meniti hari
Semoga kita dapat bersama
Sampai kepada-Nya disyurga sana
Tuhan kekalkanlah
Permaisuri hati ku
Untuk menemani dalam mengapai cinta-Mu
Lagu & Lirik : Abai Os
Hijjaz Records Sdn.Bhd.
Sumber http://www.hijjaz.com.my
Album : Jalan Bahagia
Munsyid : Hijjaz
http://liriknasyid.com
Di antara kekasih pilihan dihati
Punyai budi penghias diri
Wajahnya lembut biasan perkerti yang tinggi
Indahnya perhiasan dunia
Diantara diriku juga diri-mu
Hanya mengharapkan cinta yang Satu
Ku kan binakan mahligai impian-mu
Oh.. sayang ikhlaskanlah hati-mu
Malu-mu bernilai
Kata-mu berhikmah
Hati-mu tulus suci dan murni
Hanya diri yang halal
Engkau serahkan segala
Untuk mencari redha Allah
Benarlah cinta buta melalaikan
Tanpa memikirkan batas syariatnya
Semuanya itu hanya ujian didunia
Ia adalah mahar untuk kita ke syurga
Oh? Kau Permaisuri di hati-ku
Di dunia ini engkau penghibur
Menjunjung kasih amanah Ilahi
Ku pasti akan terus menyayangi
Terima kasih ucapan ku beri
Kau hadiahkan ku cahaya hati
Ku pimpin tangan-mu oh kasih meniti hari
Semoga kita dapat bersama
Sampai kepada-Nya disyurga sana
Tuhan kekalkanlah
Permaisuri hati ku
Untuk menemani dalam mengapai cinta-Mu
Lagu & Lirik : Abai Os
Hijjaz Records Sdn.Bhd.
Sumber http://www.hijjaz.com.my
Kompilasi Cahaya Bisikan Rahsia #1
Ungu - Kekasih Gelapku
ku mencintaimu lebih dari apapun
meskipun tiada satu orang pun yg tahu
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
yakinlah bahwa engkau adalah cintaku
yg kucari slama ini dalam hidupku
dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku
yg panjang dalam hidupku
ku mencintaimu lebih dari apapun
meskipun tiada satu orang pun yg tahu
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
ku mencintaimu lebih dari apapun
meskipun tiada satu orang pun yg tahu
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
kekasih gelapku
ku mencintaimu lebih dari apapun
meskipun tiada satu orang pun yg tahu
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
yakinlah bahwa engkau adalah cintaku
yg kucari slama ini dalam hidupku
dan hanya padamu kuberikan sisa cintaku
yg panjang dalam hidupku
ku mencintaimu lebih dari apapun
meskipun tiada satu orang pun yg tahu
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
ku mencintaimu lebih dari apapun
meskipun tiada satu orang pun yg tahu
ku mencintaimu sedalam-dalam hatiku
meskipun engkau hanya kekasih gelapku
kekasih gelapku
Sabtu, November 24, 2007
Bicara Akin III - Episod 1 - Lembaran Baru
Saya hendak berSuara sepi. Jadi hanya Suara yang berhenti dengan episod terakhirnya yang ke-53.
Tetapi Bicara saya tetap diteruskan dalam waktu cuti semester.
Alhamdulillah saya berjaya melepasi kesemua peperiksaan (sebanyak 6 pelajaran) buat semester ini, dengan rasa yang agak memuaskan hati saya kecuali beberapa mata pelajaran yang sememangnya dikenali ramai akan kesukarannya.
Walau apa pun, apa yang saya cukup bersyukur kerana walaupun saya banyak melanggar peraturan dunia sebagai seorang pelajar universiti, tetapi saya berupaya mengawal hidup dengan agak baik.
Ya. Hanya agak baik dan bukannya sebaik yang diinginkan oleh beberapa pihak dalam lingkungan komuniti saya.
Saya baru sahaja selesai menduduki peperiksaan Bahasa Arab (Asas) Komunikasi.
Sejurus selepas itu saya terus berminat hendak menulis episod sulung Bicara siri kedua ini.
Bicara untuk waktu cuti.
Suara untuk waktu kuliah berjalan.
Saja-saja untuk membezakan keduanya.
Memandangkan hubungan internet di Pusat Sumber Maklumat (IRC) di sini sangat laju relatif dengan yang ada di kolej kediaman yang berkali ganda lambatnya dari siput babi yang berjalan (atau kata kerja yang lain), apalah salahnya episod Lembaran Baru ini disiarkan secara terus.
Lagipun, di rumah sudah tiada perkhidmatan internet jalur lebar.
Ahad ini, saya akan pulang ke kampung halaman.
Seperti biasa, saya akan singgah di Kuala Lumpur terlebih dahulu sebelum menyambung perjalanan menaiki bas ke Batu Pahat.
Mungkin saya akan berehat seketika di rumah Along saya di Cheras.
Dapat jumpa anak-anak saudara saya.
Cuti semester kali ini, saya sudah punya rancangan program dan aktiviti.
Tunggu sahajalah entri mengenainya pada masa akan datang, ya!
Lembaran Baru.
Dalam hidup saya.
Sejak sebuah pertemuan itu dikembangkan, hari demi hari dan seterusnya maka terbibitlah dan tercetuslah inspirasi dalam mengejar aspirasi duniawi.
Semua yang saya fikir dan lihat tergambar dalam minda akan pantasnya masa berlalu.
Salam akhir peperiksaan.
Salam cuti semester.
Salam singgah sana sini...
Tetapi Bicara saya tetap diteruskan dalam waktu cuti semester.
Alhamdulillah saya berjaya melepasi kesemua peperiksaan (sebanyak 6 pelajaran) buat semester ini, dengan rasa yang agak memuaskan hati saya kecuali beberapa mata pelajaran yang sememangnya dikenali ramai akan kesukarannya.
Walau apa pun, apa yang saya cukup bersyukur kerana walaupun saya banyak melanggar peraturan dunia sebagai seorang pelajar universiti, tetapi saya berupaya mengawal hidup dengan agak baik.
Ya. Hanya agak baik dan bukannya sebaik yang diinginkan oleh beberapa pihak dalam lingkungan komuniti saya.
Saya baru sahaja selesai menduduki peperiksaan Bahasa Arab (Asas) Komunikasi.
Sejurus selepas itu saya terus berminat hendak menulis episod sulung Bicara siri kedua ini.
Bicara untuk waktu cuti.
Suara untuk waktu kuliah berjalan.
Saja-saja untuk membezakan keduanya.
Memandangkan hubungan internet di Pusat Sumber Maklumat (IRC) di sini sangat laju relatif dengan yang ada di kolej kediaman yang berkali ganda lambatnya dari siput babi yang berjalan (atau kata kerja yang lain), apalah salahnya episod Lembaran Baru ini disiarkan secara terus.
Lagipun, di rumah sudah tiada perkhidmatan internet jalur lebar.
Ahad ini, saya akan pulang ke kampung halaman.
Seperti biasa, saya akan singgah di Kuala Lumpur terlebih dahulu sebelum menyambung perjalanan menaiki bas ke Batu Pahat.
Mungkin saya akan berehat seketika di rumah Along saya di Cheras.
Dapat jumpa anak-anak saudara saya.
Cuti semester kali ini, saya sudah punya rancangan program dan aktiviti.
Tunggu sahajalah entri mengenainya pada masa akan datang, ya!
Lembaran Baru.
Dalam hidup saya.
Sejak sebuah pertemuan itu dikembangkan, hari demi hari dan seterusnya maka terbibitlah dan tercetuslah inspirasi dalam mengejar aspirasi duniawi.
Semua yang saya fikir dan lihat tergambar dalam minda akan pantasnya masa berlalu.
Salam akhir peperiksaan.
Salam cuti semester.
Salam singgah sana sini...
Jumaat, November 23, 2007
Suara Akin II - Episod Terakhir - Suara Sepi
Akin's Sonnet 55
pejam kelip tutup mata celik buta nampak jelas
rabun siang rabun pagi hingga malam
tapi satu apa pun tak lekat di telinga
oh bulan oh bintang kau hadir tanpa segan tanpa amaran tanpa prasangka
tiada syak curiga tiada buruk pesona mata
dalam khayal dalam mimpi dalam angan
waktu kecil waktu remaja masa dewasa masa tua dan mati jua manusia
salah satu silap dua betul tiga benar empat
tanam pokok namanya yakin
benih pohon namanya percaya
pada satu hakikat satu
pada diri sehingga mati dibawa segala amal duniawi
bukan puisi romantis bukan sebab kasih
tetapi dunia sedang menangis adakah kita rasa pedih?
Shakespeare's Love Sonnet 18
Shall I compare thee to a summer's day?
Thou art more lovely and more temperate.
Rough winds do shake the darling buds of May,
And summer's lease hath all too short a date.
Sometime too hot the eye of heaven shines,
And often is his gold complexion dimmed,
And every fair from fair sometime declines,
By chance or nature's changing course untrimmed.
But thy eternal summer shall not fade,
Nor lose possession of that fair thou owest,
Nor shall Death brag thou wander'st in his shade
When in eternal lines to time thou grow'st.
So long as men can breathe, or eyes can see,
So long lives this, and this gives life to thee.
Sudah lama tidak berSuara di laman sendiri.
Walaupun ada yang menyatakan saya berSuara hanya merapu, merepek dan mengarut, tetapi bukan itu sebabnya saya harus berSuara sepi selepas ini.
Minggu peperiksaan sudah hampir berakhir.
Dikira dari saat ini, tinggal satu kertas sahaja lagi.
Macam biasalah, semangat semakin pudar.
Lebih-lebih lagi buat saya yang cukup malas hendak belajar ini.
Segala persiapan dan persediaan hanyalah sekadar satu usaha dan jalan untuk menuju kejayaan.
Selebihnya kita gantungkan pada kuasa Pencipta.
Walaupun saya juga mengejar satisfaksi diri sendiri, tetapi saya juga fikir akan duniawinya ia.
Satu demi satu elemen hidup saya diperbaharui.
Sejak hadirnya seorang insan yang baru secara pantas saya mengambil langkah drastik yang muktamad.
Episod terakhir ini mungkin atau hanya mungkin menjadi yang paling terakhir.
Hingga kita berSuara lagi di hari mendatang.
Dengan izin Tuhan yang menentukan.
Salam Singgah Sana Sini....
pejam kelip tutup mata celik buta nampak jelas
rabun siang rabun pagi hingga malam
tapi satu apa pun tak lekat di telinga
oh bulan oh bintang kau hadir tanpa segan tanpa amaran tanpa prasangka
tiada syak curiga tiada buruk pesona mata
dalam khayal dalam mimpi dalam angan
waktu kecil waktu remaja masa dewasa masa tua dan mati jua manusia
salah satu silap dua betul tiga benar empat
tanam pokok namanya yakin
benih pohon namanya percaya
pada satu hakikat satu
pada diri sehingga mati dibawa segala amal duniawi
bukan puisi romantis bukan sebab kasih
tetapi dunia sedang menangis adakah kita rasa pedih?
Shakespeare's Love Sonnet 18
Shall I compare thee to a summer's day?
Thou art more lovely and more temperate.
Rough winds do shake the darling buds of May,
And summer's lease hath all too short a date.
Sometime too hot the eye of heaven shines,
And often is his gold complexion dimmed,
And every fair from fair sometime declines,
By chance or nature's changing course untrimmed.
But thy eternal summer shall not fade,
Nor lose possession of that fair thou owest,
Nor shall Death brag thou wander'st in his shade
When in eternal lines to time thou grow'st.
So long as men can breathe, or eyes can see,
So long lives this, and this gives life to thee.
Sudah lama tidak berSuara di laman sendiri.
Walaupun ada yang menyatakan saya berSuara hanya merapu, merepek dan mengarut, tetapi bukan itu sebabnya saya harus berSuara sepi selepas ini.
Minggu peperiksaan sudah hampir berakhir.
Dikira dari saat ini, tinggal satu kertas sahaja lagi.
Macam biasalah, semangat semakin pudar.
Lebih-lebih lagi buat saya yang cukup malas hendak belajar ini.
Segala persiapan dan persediaan hanyalah sekadar satu usaha dan jalan untuk menuju kejayaan.
Selebihnya kita gantungkan pada kuasa Pencipta.
Walaupun saya juga mengejar satisfaksi diri sendiri, tetapi saya juga fikir akan duniawinya ia.
Satu demi satu elemen hidup saya diperbaharui.
Sejak hadirnya seorang insan yang baru secara pantas saya mengambil langkah drastik yang muktamad.
Episod terakhir ini mungkin atau hanya mungkin menjadi yang paling terakhir.
Hingga kita berSuara lagi di hari mendatang.
Dengan izin Tuhan yang menentukan.
Salam Singgah Sana Sini....
Isnin, November 05, 2007
Suara Akin II - Episod 52 - Bersama Hijjaz & In-Team
Bagi mengisi ruang kekosongan entri sewaktu minggu belajar yang mana saya memang betul-betul belajar walaupun adakalanya fikiran melayang ke tempat lain, tetapi macam yang saya katakan pada diri saya sendiri mahupun sesiapa yang pernah mendengar, "saya perlu belajar!"
Bukannya saya hendak menyatakan bahawa saya ada bersama-sama dengan Hijjaz mahupun In-Team tetapi sekadar ingin menyatakan hasrat dan isi hati yang bergelumang dengan pelbagai kekelabuan, keputihan tak kurang juga kehitaman dalam jiwa.
Macam yang saya ada siarkan tentang bekas mekap.
Dunia ini penuh warna warni, seperti pelet pelukis, mahupun bekas mekap.
Semalam sudah saya melalui satu demi satu jalur pelangi, dari merah ke ungu, ataupun dari ungu ke merah.
Hitam di pelangi tidak dilihat, begitu jualah perjalanan saya semalam.
Kelabu jua sama sahaja.
Hanya putih dari putih langit dengan kebiruannya.
Jika ada gelap pun dek beratnya awan hendak meluahkan titisan hujan.
Hujan yang lebat mahupun renyai.
Saya sudah berfikir dari awal tentang salah satu komponen dalam hidup.
Memilih dan membuat keputusan.
Tetapi sejauh manakah keputusan yang kita buat itu sebetul-betul benar?
Khusus buat warga pelajar UTP sekalian:

Bukannya saya hendak menyatakan bahawa saya ada bersama-sama dengan Hijjaz mahupun In-Team tetapi sekadar ingin menyatakan hasrat dan isi hati yang bergelumang dengan pelbagai kekelabuan, keputihan tak kurang juga kehitaman dalam jiwa.
Macam yang saya ada siarkan tentang bekas mekap.
Dunia ini penuh warna warni, seperti pelet pelukis, mahupun bekas mekap.
Semalam sudah saya melalui satu demi satu jalur pelangi, dari merah ke ungu, ataupun dari ungu ke merah.
Hitam di pelangi tidak dilihat, begitu jualah perjalanan saya semalam.
Kelabu jua sama sahaja.
Hanya putih dari putih langit dengan kebiruannya.
Jika ada gelap pun dek beratnya awan hendak meluahkan titisan hujan.
Hujan yang lebat mahupun renyai.
Saya sudah berfikir dari awal tentang salah satu komponen dalam hidup.
Memilih dan membuat keputusan.
Tetapi sejauh manakah keputusan yang kita buat itu sebetul-betul benar?
Khusus buat warga pelajar UTP sekalian:

Langgan:
Catatan (Atom)